Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Al-Wujud wal Maujudat

 

Al wujud Wal maujudat

Al-Wujud wal Maujudat

(Ada dan Yang Diadakan)


Bertasawuf di era gegap gempita dunia dan penuh keprihatinan pandemi.


Yang menarik dari buku karya K.H. Said Aqil Siroj ini adalah pernyataan tentang "Tuhan (Allah) pernah bingung pada dirinya sendiri". Sehingga ia memerlukan yang harus diadakan (al-maujudat), yang termanifestasikan (at-tajalliyat) ke dalam nama-namanya. Dengan kata lain, mengenal Allah melalui nama-namanya.


Tasawuf adalah studi yang berat. Sebuah garba besar yang tidak cukup hanya dengan menelusuri jalan yang kecil. Tapi, yang kecil itu sudah cukup untuk mengenal yang besar itu.


Dulu, bapak pernah bercerita: semua ilmu falak diangkat Allah Ta'ala melalui malaikat Jibril As. Karena, dikhawatirkan akan membuat manusia bingung. Untuk menghapus kebingungan itu disisakanlah seperempat (rubu') dari ilmu Falak tersebut. Dengan seperempat ilmu tersebut sudah dijamin akan mengetahui keseluruhan dari yang sudah diangkat itu.


Demikian, guru-guru sufi jarang mengajarkan pengetahuan yang luas kepada santri-santrinya. Dengan yang sedikit akan dapat mengenal yang lebih banyak. Terkadang, senang, susah, benci, dan cinta adalah yang besar. Padahal, cukup hanya satu penyelesaian, "kenali diri".

Post a Comment for "Al-Wujud wal Maujudat"