Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Power System (Dalam Sejarah Nusantara)

 

Power system

Power System

(Dalam Sejarah Nusantara)


Setiap suku bangsa akan membentuk suatu sistem pengamanan tersendiri, baik budaya maupun pertahanan keamanan dari gangguan luar. Pada masa Rasulullah Saw, masyarakat Arab tercerai berai dalam beberapa kabilah. Terdapat suku Jurhum yang dari generasi ke generasi tetap bertahan di Mekah, melindungi Ka'bah. Pada masa penaklukan Alexander the Great, Jazirah Arab belum memiliki nilai istimewa, kecuali masyarakat nomaden. Di Mekah, Rasulullah Saw tidak memiliki kekuatan politik sehingga ia membangun "power system" di Madinah.


Perlu telusuran sejarah untuk memetakan sebuah "power system" di Nusantara. Gelombang manusia pertama (ras Melanisia) yang datang ke Nusantara ditengara belum memiliki sebuah "power system" yang kokoh dalam mempertahankan wilayah kekuasaan. Mereka masih hidup dari sungai ke sungai dan tinggal di goa-goa. Begitu pula setelah gelombang manusia kedua (Mongoloid) datang memiliki pola yang hampir sama. Bedanya, mereka lebih mahir berlayar di lautan.

Post a Comment for "Power System (Dalam Sejarah Nusantara)"