Upaya Membangun Dialog Peradaban
Oksidentalisme
(Upaya Membangun Dialog Peradaban)
"Dalam perspektif Timur, Barat sering digambarkan sebagai materialisme, kapitalisme, rasionalisme, dinamisme, saintisme, positivisme, dan sekularisme. Sedangkan di Barat menganggap Timur sebagai kemiskinan, kebodohan statis, fatalistis, dan kontemplatif. Barat secara Geografis dan Teologis terletak di Bagian Dunia sebelah Barat benua Eropa dan Amerika dan menganut agama Kristen dan Yunani. Sedangkan Timur terletak di Timur yang menganut Agama Islam serta Cina Kuno."
Hassan Hanafi telah berjilid-jilid membuat rumusan keilmuan Oksidentalisme. Sebuah bangunan epistemologi, katakanlah, untuk menandingi keilmuan Orientalisme, pandangan ketimuran dari sudut pandang Barat (orang-orang dan pengikutnya). Proyek dan rumusan Hassan Hanafi tidak main-main; bagaimana ia membongkar sejarah yang jauh ke belakang di Timur; bagaimana peradaban Timur memberikan sumbangan besar terhadap ilmu dan pengetahuan. Obsesi Hassan Hanafi begitu besar dan otentik sehingga ia dianggap sebagai seorang Mujtahid abad ke-20. Anggapan ini memang bukan sekadar isapan jempol. Hassan Hanafi menguasai banyak bahasa Timur dan Barat untuk mewujudkan obsesinya tersebut.
Meskipun berlatar belakang radikal-revolusioner sebagaimana ia terlibat jauh pada gerakan Kiri Islam (al-yasar al-Islami), namun Hassan Hanafi mampu membawa dirinya pada posisi yang cukup aman. Ia tidak terlalu dimusuhi oleh kalangan Kanan Islam (al-yaman al-Islami) sebagaimana muridnya, Nasr Hamid Abu Zayd.
Ada banyak khazanah yang dibongkar oleh Hassan Hanafi. Bahkan, secara spesifik, ia merumuskan teori-teori hukum Islam (Ushul Fiqh). Kajiannya yang luas dengan redaksi dan nafas bahasa yang panjang tidak banyak yang berminat untuk menelaah dan mengikuti pemikirannya.

Post a Comment for "Upaya Membangun Dialog Peradaban"